Rabu, 04 April 2012

HEMODIALISIS




HEMODIALISIS


  • Pengertian Hemodialisis
Hemodialisis adalah terapi pengganti ginjal pada pasien gagal ginjal akut, gagal ginjal kronis, dan gagal ginjal terminal melalaui mesin. Hemodialisis temasuk jenis membran dialisis selain cangkok ginjal. Kelebihan dengan hemodialisis adalah pasien hanya datang ke rumah sakit minimal 2 kali perminggu sedangkan cangkok ginjal hanya dapat digantikan dengan ginjal asli yang diberikan oleh donor ginjal.
  • Proses Hemodialisis
Mekanisme proses pada mesin hemodialisis, darah pompa dari tubuh masuk kedalam mesin dialisis lalu dibersihkan pada dializer(ginjal buatan), lalu darah pasien yang sudah bersih dipompakan kembali ketubuh pasien. Mesin dialisis yang paling baru dipasaran telah dilengkapi oleh sistim koputerisasis dan secara terus menerus memonitor array safty-critical parameter, mencangkup laju alir darah dan dialysate, tekanan darah, tingkat detak jantung, daya konduksi, pH dll. Bila ada yang tidak normal, alarem akan berbunyi. dua diantara mesin dialisis yang paling besar adalah fresenius dan gambro. Dalam hemodialisis memerlukan akses vaskular(pembulu darah) hemodalisis (AVH) yang cukup baik agar dapat diperoleh aliran darah yang cukup besar, yaitu diperlukan kecepatan darah sebesar 200 – 300 ml/menit secara kontinu selama hemodialis 4-5 jam. AVH dapat berupa kateter yang dipasang dipembulu darah vena di leher atau paha yang bersifat temporer. Untuk yang permanen dibuat hubungan antara arteri dan vena, biasanya di lengan bawah disebut arteriovenous fistula, lebih populer bila disebut(brescia) cimino fistula. kemudian darah dari tubuh pasien masuk kedalam sirkulasi darah mesin hemodialisis yang terdiri dari selang inlet/arterial (ke mesin) dan selang outlet/venous (dari mesin ketubuh). kedua ujungnya disambung ke jarum dan kanula yang ditusuk kepembulu darah pasien. Darah setelah melalui selang inlet masuk kedialisar. Jumlah darah yang menempati sirkulasi darah di mesin berkisar 200ml. Dalam dialiser darah dibersihkan, sampah-sampah secara kontinu menembus membran dan menyebrang ke kompartemen dialisat. di pihak lain cairan dialisat mengalir dalam mesin hemodialisis dengan kecepatan 500ml/menit masuk kedalam dialiser pada kompartemen dialisat. Cairan dialidat merupakan cairan yang pekat dengan bahan utama elektr;it dan glukosa , cairan ini dipompa masuk kemesin sambil dicampur dengan air bersih yang telah mengalami proses pembersihan yang rumit (water treatment). Selama proses hamodialisis, darah pasien diberi heparin agar tidak membeku bila berada diluar tubuh yaitu dalam sirkulasi darah mesin.
Prinsip hemodialisis sama seperti metoda dialisis. Melibatkan difusi zat terlarut ke sembrang suatu selaput semi permiabel. Prinsip pemisahan menggunakan membran ini terjadi pada dializer. Darah yang mengandung sisa-sisa meabolisme dengan konsentrasi yang tinggi dilewatkan pada membran semipermiabel yang terdapat dalam dializer, dimana dalam dilizer tersebut dialirkan dialisate dengan arah yang berlawanan(counter current).
Driving force yang digunakan adalah pebedaan konsentrasi zat yang terlarut berupa racun seperti partikel-partikel kecil, seperti urea, kalium, asam urea, fosfat dan kelebihan klorida pada darah dan dialysate. Semakin besar konsentrasi racuntersebut didalam darah dan dialysate maka proses difusi semakin cepat. berlawanan dengan peritoneal dialysis, dimana pengankutan adalah antar kompartemen cairan yang statis, hemodialisis bersandar apda pengangkutan konvektif dan menggunakan konter mengalir, dimana bila diasylate mengalir kedalam berlawanan arah dengan mengalir extracorporeal sirkuit. metoda ini dapat meningkatkan efektivitas dialisis.
Dialysate yang digunakan adalah larutan ion mineral yang sudah disterilkan. urea dan sisa metabolisme lainya, seperti kalium dan fosfat, berdifusi ke dalam dialysate.
Selain itu untuk memisahkan yang terlarut adalam darah digunakan prinsip ultrafiltrasi. driving force yang digunakan pada ultrafiltrasi ini adalah perbedaan tekanan hidrostatik antara darah dan dialyzer. Tekanan darah yang lebih tinggi dari dialyzer memaksa air melewati membran. Jika tekanan dari dialyzer di turunkan maka kecepatan ultrafiltrasi air dan darah akan meningkat.
Jika kedua proses ini digabungkan, maka akn didapatkan darah yang bersih setelah dilewatkan melalui dialyzer. Prinsip inilah yang digunakan pada mesin hemodialisis modern, sehingga keefektifitasannya dalam menggantikan peran ginjal sangat tinggi.
  • Kapan Harus Dilakukan Hemodialisis?
Cuci darah dilakukan jika gagal ginjal menyebabkan:
  • Kelainan fungsi otak (ensefalopati uremik)
  • Perikarditis (Peradangan kantong jantung)
  • Asidosis (peningkatan keasaman darah) yang tidak memberikan respon terhadap pengobata lainnya.
  • Gagal Jantung
  • Hiperkalemia (kadar kalium yang sangat tinggi dalam darah)
http://arl.blog.ittelkom.ac.id/blog/files/2011/07/skema_hemodializer.jpg
Skema proses hemodialisa (National Kidney Foundation, 2001)
  • Komplikasi Hemodialisis
Menurut Tisher dan Wilcox (1997) serta Havens dan Terra (2005) selama tindakan hemodialisa sering sekali ditemukan komplikasi yang terjadi, antara lain :
1) Kram otot
Kram otot pada umumnya terjadi pada separuh waktu berjalannya hemodialisa sampai mendekati waktu berakhirnya hemodialisa. Kram otot seringkali terjadi pada ultrafiltrasi (penarikan cairan) yang cepat dengan volume yang tinggi.
2) Hipotensi
Terjadinya hipotensi dimungkinkan karena pemakaian dialisat asetat, rendahnya dialisat natrium, penyakit jantung aterosklerotik, neuropati otonomik, dan kelebihan tambahan berat cairan.
3) Aritmia
Hipoksia, hipotensi, penghentian obat antiaritmia selama dialisa, penurunan kalsium, magnesium, kalium, dan bikarbonat serum yang cepat berpengaruh terhadap aritmia pada pasien hemodialisa.
4) Sindrom ketidakseimbangan dialisa
Sindrom ketidakseimbangan dialisa dipercaya secara primer dapat diakibatkan dari osmol-osmol lain dari otak dan bersihan urea yang kurang cepat dibandingkan dari darah, yang mengakibatkan suatu gradien osmotik diantara kompartemen-kompartemen ini. Gradien osmotik ini menyebabkan perpindahan air ke dalam otak yang menyebabkan oedem serebri. Sindrom ini tidak lazim dan biasanya terjadi pada pasien yang menjalani hemodialisa pertama dengan azotemia berat.
Hemodializing process illustration
5) Hipoksemia
Hipoksemia selama hemodialisa merupakan hal penting yang perlu dimonitor pada pasien yang mengalami gangguan fungsi kardiopulmonar.
6) Perdarahan
Uremia menyebabkan ganguan fungsi trombosit. Fungsi trombosit dapat dinilai dengan mengukur waktu perdarahan. Penggunaan heparin selama hemodialisa juga merupakan factor risiko terjadinya perdarahan.
7) Ganguan pencernaan
Gangguan pencernaan yang sering terjadi adalah mual dan muntah yang disebabkan karena hipoglikemia. Gangguan pencernaan sering disertai dengan sakit kepala. Infeksi atau peradangan bisa terjadi pada akses vaskuler.
8 ) Pembekuan darah
Pembekuan darah bisa disebabkan karena dosis pemberian heparin yang tidak sesuai ataupun kecepatan putaran darah yang lambat.
HEMODIALISA
Hemodialisa adalah suatu teknologi tinggi sebagai terapi pengganti fungsi ginjal untuk mengeluarkan
sisa-sisa metabolisme atau racun tertentu dari peredaran darah manusia seperti air, natrium, kalium,
hydrogen, urea, kreatinin, asam urat, dan zat-zat lain melalui membran semi permeable sebagai pemisah
darah dan cairan dialisat pada ginjal buatan dimana terjadi proses difusi, osmosis dan ultra filtrasi.

HemodialisCAPD (Continuius Ambulatory Peritoneal Dialysis)
Metode pencucian darah dengan mengunakan peritoneum (selaput yang melapisi perut dan pembungkus organ perut). Selaput ini memiliki area permukaan yang luas dan kaya akan pembuluh darah. Zat-zat dari darah dapat dengan mudah tersaring melalui peritoneum ke dalam rongga perut. Cairan dimasukkan melalui sebuah selang kecil yang menembus dinding perut ke dalam rongga perut. Cairan harus dibiarkan selama waktu tertentu sehingga limbah metabolic dari aliran darah secara perlahan masuk ke dalam cairan tersebut, kemudian cairan dikeluarkan, dibuang, dan diganti dengan cairan yang baru.
KAPAN HARUS CUCI DARAH
Cuci darah dilakukan jika gagal ginjal menyebabkan:
  • Kelainan fungsi otak (ensefalopati uremik)
  • Perikarditis (Peradangan kantong jantung)
  • Asidosis (peningkatan keasaman darah) yang tidak memberikan respon terhadap pengobata lainnya.
  • Gagal Jantung
  • Hiperkalemia (kadar kalium yang sangat tinggi dalam darah)
KEUNGGULAN CAPD
1. Proses dialysis peritoneal ini tidak menimbulkan rasa sakit.
2. Membutuhkan waktu yang singkat, terdiri dari 3 langkah.
  • Pertama, masukkan dialisat berlangsung selama 10 menit
  • Kedua, cairan dibiarkan dalam rongga perut untuk selama periode waktu tertentu (4-6 jam)
  • Ketiga, pengeluaran cairan yang berlangsung selama 20 menit
3. Ketiga proses diatas dilakukan beberapa kali tergantung kebutuhan dan bisa dilakukan oleh
pasien sendiri secara mandiri setelah dilatih dan tidak perlu ke rumah sakit.


Peritoneal dialisis

Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas
Peritoneal dialisis
Intervensi
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/4e/Peritoneal_dialysis.gif/230px-Peritoneal_dialysis.gif
Skema diagram dari dialisis peritoneal
Peritoneal dialisis (PD) adalah pengobatan untuk pasien dengan parah kronis penyakit ginjal . Proses ini menggunakan pasien peritoneum pada perut sebagai membran di mana cairan dan zat terlarut ( elektrolit , urea , glukosa , albumin dan molekul kecil lainnya) yang dipertukarkan dari darah . Cairan diperkenalkan melalui tabung permanen di perut dan memerah keluar baik setiap malam saat pasien tidur (dialisis peritoneal otomatis) atau melalui pertukaran reguler sepanjang hari (dialisis peritoneal rawat jalan terus menerus). PD digunakan sebagai alternatif untuk hemodialisis meskipun jauh kurang umum digunakan di banyak negara, seperti Amerika Serikat. Ini memiliki risiko yang sebanding tetapi secara signifikan lebih murah di sebagian besar dunia, dengan keuntungan utama adalah kemampuan untuk melakukan pengobatan tanpa mengunjungi fasilitas medis. Komplikasi utama dari PD adalah infeksi karena adanya sebuah tabung permanen di perut.

Isi

 [hide

Praktek-praktek terbaik

Praktik terbaik untuk negara dialisis peritoneal dialisis peritoneal bahwa sebelum harus dilaksanakan, pemahaman pasien dari proses dan sistem pendukung harus dinilai, dengan pendidikan tentang cara merawat kateter dan untuk alamat setiap kesenjangan dalam pemahaman yang mungkin ada. Pasien harus menerima pemantauan berkelanjutan untuk memastikan dialisis yang memadai, dan secara teratur dinilai untuk komplikasi. Akhirnya, pasien harus dididik tentang pentingnya pengendalian infeksi dan rejimen medis yang sesuai didirikan dengan kerjasama mereka. [1]

Metode

  • Dialisis proses
  • http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/70/DP_branchement.svg/80px-DP_branchement.svg.png
Hookup
  • http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/ac/DP_infusion.svg/80px-DP_infusion.svg.png
Infusi
  • http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/17/DP_stase.svg/80px-DP_stase.svg.png
Difusi (segar)
  • http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/57/DP_fin_stase.svg/80px-DP_fin_stase.svg.png
Difusi (limbah)
  • http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/dc/DP_drainage.svg/80px-DP_drainage.svg.png
Drainase
Perut dibersihkan dalam persiapan untuk operasi, dan kateter dimasukkan pembedahan dengan salah satu ujung di perut dan yang lain menonjol dari kulit. Sebelum infus setiap area harus dibersihkan, dan mengalir ke dalam dan keluar dari perut diuji. Sebuah volume besar cairan diperkenalkan ke perut selama sepuluh sampai lima belas menit berikutnya. [2] Total volume ini disebut sebagai berdiam [3] sedangkan fluida itu sendiri disebut sebagai dialisat. Para diam dapat sebanyak 2,5 liter, dan obat-obatan juga dapat ditambahkan ke cairan infus segera sebelum. [2] Para tinggal tetap di perut dan produk-produk limbah menyebar di peritoneum dari pembuluh darah yang mendasarinya. Setelah variasi waktu yang tergantung pada perlakuan (biasanya 4-6 jam [2] ), cairan akan dihapus dan diganti dengan cairan segar. Hal ini dapat terjadi secara otomatis saat pasien sedang tidur (otomatis peritoneal dialisis, APD), atau selama hari dengan menjaga dua liter cairan di perut sepanjang waktu, bertukar cairan 4-6 kali per hari (dialisis peritoneal rawat jalan terus menerus, CAPD ). [3] [4]
Cairan yang digunakan biasanya mengandung natrium , klorida , laktat atau bikarbonat dan persentase yang tinggi dari glukosa untuk memastikan hyperosmolarity . Jumlah dialisis yang terjadi tergantung pada volume tinggal, keteraturan pertukaran dan konsentrasi cairan. APD siklus antara 3 dan 10 berdiam per malam, sedangkan CAPD melibatkan empat berdiam per hari 2-2.5 liter per diam, dengan masing-masing tersisa di perut selama 4-8 jam. Rekening visera untuk sekitar empat-perlima dari total luas permukaan membran, tetapi peritoneum parietalis adalah lebih penting dari dua bagian untuk PD. Dua pelengkap model menjelaskan melintasi membran dialisis - pori tiga model (di mana molekul melintasi membran dipertukarkan yang menyaring molekul, baik protein , elektrolit atau air, berdasarkan pada ukuran pori-pori) dan model didistribusikan (yang menekankan peran kapiler dan kemampuan solusi untuk meningkatkan jumlah kapiler aktif terlibat dalam PD). Konsentrasi tinggi glukosa drive pertukaran cairan dari darah dengan glukosa dari peritoneum. Zat terlarut mengalir dari rongga peritoneum ke organ, dan dari situ ke dalam sistem limfatik . Individu berbeda dalam jumlah cairan yang diserap melalui pembuluh limfatik, meskipun tidak mengerti mengapa. Kemampuan untuk pertukaran cairan antara peritoneum dan suplai darah dapat diklasifikasikan sebagai tinggi, rendah atau menengah. Transporter tinggi cenderung berdifusi zat baik (mudah pertukaran molekul kecil antara darah dan cairan dialisis, dengan hasil agak membaik sering, durasi pendek berdiam seperti dengan APD) sementara transporter filter rendah cairan yang lebih baik (cairan melintasi membran mengangkut ke dalam darah lebih cepat dengan hasil yang agak lebih baik dengan jangka panjang, volume tinggi berdiam seperti) meskipun dalam prakteknya kedua jenis transporter umumnya dapat dikelola melalui penggunaan yang tepat baik APD atau CAPD. [5]
Meskipun ada beberapa bentuk yang berbeda dan ukuran kateter yang dapat digunakan, situs penyisipan berbeda, jumlah manset di kateter dan imobilisasi, tidak ada bukti untuk menunjukkan keunggulan dalam hal morbiditas, mortalitas atau jumlah infeksi, meskipun kualitas informasi ini belum cukup untuk memungkinkan kesimpulan perusahaan. [6]

Komplikasi

Volume dialisat dihapus dan berat biasanya pasien dipantau, jika lebih dari 500ml cairan dipertahankan atau satu liter cairan yang hilang di tiga perlakuan berturut-turut, dokter pasien umumnya diberitahu. Hilangnya cairan yang berlebihan dapat menyebabkan syok hipovolemik atau hipotensi sementara retensi cairan yang berlebihan dapat mengakibatkan hipertensi dan edema . Juga dipantau adalah warna cairan dihapus: biasanya itu adalah pink-biruan untuk empat siklus awal dan jelas atau berwarna kuning pucat sesudahnya. Kehadiran efluen merah muda atau berdarah menunjukkan pendarahan di dalam perut sementara feses menunjukkan usus berlubang dan cairan keruh menunjukkan infeksi. Pasien juga mungkin mengalami rasa sakit atau ketidaknyamanan jika dialisat terlalu asam, terlalu dingin atau terlalu cepat diperkenalkan, sementara rasa sakit menyebar dengan debit mendung mungkin menunjukkan infeksi. Sakit parah di rektum atau perineum dapat hasil dari sebuah kateter yang ditempatkan tidak benar. Para diam juga dapat meningkatkan tekanan pada diafragma yang menyebabkan pernapasan terganggu, dan konstipasi dapat mengganggu kemampuan cairan mengalir melalui kateter. [2]
Sebuah komplikasi fatal diperkirakan terjadi pada sekitar 2,5% dari pasien adalah encapsulating sclerosis peritoneal, di mana perut menjadi terhambat karena pertumbuhan lapisan tebal fibrin dalam peritoneum. [7]
Cairan yang digunakan untuk dialisis menggunakan glukosa sebagai agen osmotik utama, tetapi ini dapat mengakibatkan peritonitis , penurunan ginjal dan membran peritoneum fungsi dan lainnya hasil kesehatan negatif. Para keasaman , konsentrasi tinggi dan kehadiran laktat dan produk degradasi glukosa dalam larutan (terutama belakangan ini) dapat menyebabkan masalah kesehatan. Solusi yang netral , menggunakan bikarbonat bukan laktat dan glukosa sedikit memiliki produk degradasi mungkin menawarkan manfaat kesehatan yang lebih meskipun ini belum diteliti. [8]

Risiko dan manfaat

PD kurang efisien dalam menghilangkan limbah dari tubuh daripada hemodialisis, dan kehadiran tabung menyajikan risiko peritonitis karena potensi untuk memperkenalkan bakteri ke perut; [3] peritonitis adalah baik diobati melalui infus langsung dari antibiotik ke dalam peritoneum tanpa keuntungan untuk perawatan sering digunakan lainnya seperti peritoneal lavage rutin atau penggunaan urokinase . [9] Situs tabung juga bisa menjadi terinfeksi, penggunaan profilaksis hidung mupirocin dapat mengurangi jumlah infeksi situs tabung, tetapi tidak membantu dengan peritonitis. [10] Infeksi dapat sesering sekali setiap 15 bulan (0,8 episode per tahun pasien). Dibandingkan dengan hemodialisis, PD memungkinkan mobilitas pasien yang lebih besar, menghasilkan perubahan sedikit dalam gejala karena sifat kontinyu, dan fosfat senyawa yang lebih baik dihapus, tetapi sejumlah besar albumin dibuang yang memerlukan pemantauan konstan status gizi. Biaya dan manfaat dari hemodialisis dan PD adalah kurang lebih sama - peralatan PD adalah murah tapi biaya yang berkaitan dengan peritonitis lebih tinggi. [4] Ada penelitian cukup untuk memadai membandingkan risiko dan manfaat antara CAPD dan APD, sebuah Review oleh Cochrane dari tiga kecil uji klinis tidak menemukan perbedaan hasil klinis yang penting (yaitu morbiditas atau mortalitas ) untuk pasien dengan penyakit ginjal tahap akhir , juga tidak ada keuntungan dalam melestarikan fungsi ginjal. Hasil penelitian menunjukkan APD mungkin memiliki keunggulan psikososial bagi pasien yang lebih muda dan mereka yang bekerja atau mengejar pendidikan. [11]
Komplikasi lain termasuk hipotensi (karena pertukaran cairan berlebihan dan penghapusan natrium ), nyeri pinggang dan hernia atau cairan bocor karena tekanan tinggi dalam perut. PD juga dapat digunakan untuk pasien dengan ketidakstabilan jantung karena tidak mengakibatkan perubahan yang cepat dan signifikan terhadap cairan tubuh, dan untuk pasien dengan insulin -dependent diabetes mellitus karena ketidakmampuan untuk mengontrol gula darah tingkatan melalui kateter. Hipertrigliseridemia dan obesitas yang juga kekhawatiran karena volume besar glukosa dalam cairan, yang dapat menambahkan sebanyak 1200 kalori untuk diet per hari. [12] Dari ketiga jenis koneksi dan sistem pertukaran cairan (standar, twin-tas dan y-set ; dua yang terakhir melibatkan dua tas dan hanya satu koneksi ke kateter, y-set menggunakan koneksi y berbentuk tunggal antara tas yang melibatkan pengosongan, membilas kemudian mengisi peritoneum melalui koneksi yang sama) kantong kembar-dan y- sistem mengatur ditemukan unggul untuk sistem konvensional untuk mencegah peritonitis. [13]

Frekuensi

Dalam sebuah survei tahun 2004 di seluruh dunia dari pasien dalam penyakit ginjal tahap akhir , sekitar 11% menerima PD, dibandingkan dengan jauh lebih umum hemodialisis . Di Inggris , Korea Selatan dan Meksiko PD lebih umum daripada rata-rata dunia, dengan Meksiko melakukan dialisis yang sebagian besar (75%) melalui PD, sementara Jepang dan Jerman memiliki tingkat lebih rendah dari rata-rata dunia. [14]

Improvisasi dialisis

Dialisis peritoneal dapat diimprovisasi dalam kondisi seperti operasi tempur atau bantuan bencana menggunakan kateter bedah dan dialisat terbuat dari solusi medis secara rutin tersedia untuk memberikan penggantian ginjal sementara untuk pasien dengan tidak ada pilihan lain. [15]


ANJURAN DIET UNTUK PASIEN DIALISIS
Penyebab penurunan status gizi pada pasien hemodialisis adalah :
  • Hemodialisis merupakan proses katabolik (pemecahan senyawa komplek menjadi senyawa yang lebih sederhana), di dalam proses hemodialisis terjadi pengeluaran asam amino melalui dialisat dan penurunan sintesis (pembentukan) protein. Selama proses HD otot akan melepaskan asam-asam amino.
  • Uremia (terdapatnya ureum dalam darah/tingginya kadar ureum dalam darah), menyebabkan pasien menjadi mual dan menurunkan nafsu makan.
  • Adanya perubahan hormonal dan penyakit penyerta.
Selain proses dialisis dan pemberian obat yang sesuai, pemberian diet yang tepat di antara waktu dialisis dapat membantu memperbaiki masalah gizi.pasien.

Tujuan Diet :
  1. Mencegah defisiensi gizi serta mempertahankan dan memperbaiki status gizi, agar klien dapat melakukan aktivitas normal.
  2. Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.
  3. Menjaga agar akumulasi/penumpukan produk sisa metabolisme tidak berlebihan.
Anjuran Diet :
  1. Energi cukup, yaitu 35 kkal/kg BB ideal/hari pada klien Hemodialisis (HD) maupun Continuous Ambulatory Peritoneal (CAPD). Pada CAPD diperhitungkan jumlah energi yang berasal dari cairan dialisis. Bila diperlukan penurunan berat badan, harus dilakukan secara berangsur (250 – 500 gr/minggu)  untuk mengurangi risiko katabolisme massa tubuh tanpa lemak (lean Body Mass).
  2. Protein tinggi, untuk mempertahankan keseimbangan nitrogen dan mengganti asam amino yang hilang selama dialisis, yaitu 1 – 1,2 gr/kg BB ideal/hari pada HD dan 1,3 gr/kg BB ideal/hari pada CAPD. 50 % protein hendaknya bernilai biologi tinggi.
  3. Karbohidrat cukup, yaitu 55 – 75 % dari kebutuhan energi total.
  4. Lemak normal, yaitu 15 – 30 % dari kebutuhan energi total.
  5. Natrium diberikan sesuai dgn jumlah urin yang keluar/24 jam, yaitu :
    • 1 gr + penyesuaian menurut jumlah urin sehari, yaitu 1 gr untuk tiap ½ liter urin (HD).
    • 1 – 4 + penyesuaian menurut jumlah urin sehari, yaitu 1 gr untuk tiap ½ liter urin (CAPD).
  6. Kalium sesuai dengan urin yang keluar/24 jam, yaitu :
    • a.    2 gr + penyesuaian menurut jumlah urin sehari, yaitu 1 gr untuk tiap 1 liter urin (HD).
    • b.    3 gr + penyesuaian menurut jumlah urin sehari, yaitu 1 gr untuk tiap 1 liter urin (CAPD).
  7. Kalsium tinggi, yaitu 1000 mg/hari. Bila perlu, diberikan suplemen kalsium.
  8. Fosfor dibatasi, yaitu < 17 mg/kg BB ideal/hari.
  9. Cairan dibatasi, yaitu jumlah urin/24 jam ditambah 500 – 750 ml.
  10. Suplemen vitamin bila diperlukan, terutama vitamin larut air seperti B6, asam folat, dan vitamin C.
  11. Bila nafsu makan kurang, berikan suplemen enteral yang mengandung energi dan protein tinggi.

DIET PADA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS

Posted on
Hal ini sangat penting bagi pasien hemodialisis untuk mengelola diet mereka. Mereka harus makan makanan yang mengandung banyak protein dan vitamin dan asupan harus konstan relatif. Asupan yang berlebihan akan menyebabkan retensi metabolin dalam tubuh mereka dan asupan rendah akan menyebabkan kekurangan gizi tubuh.
Diet pasien harus diatur di bawah instruksi dokter. Sekarang kita akan berbicara tentang diet pasien hemodialisis sebagai berikut:
1. Protein:
Hemodialisis pasien harus mengambil 1,2-1,3 gram / kg berat badan protein kualitas tinggi setiap hari, seperti telur, ikan bandeng, dan sebagainya.
2. Asupan Kalori:
Hemodialisis pasien harus mendapatkan 35 kilokalori / kilogram berat badan panas setiap hari. Jika tingkat aktivitas pasien lebih dari 60 tahun adalah rendah dan mereka memiliki keadaan gizi yang baik, panas dapat dikurangi sampai 30 kilokalori / kilogram berat badan.
3. Vitamin:
Hemodialisis pasien harus menghindari mengambil terlalu banyak vitamin A liposoluble, Vitamin E, Vitamin K, atau yang lain itu dapat menyebabkan akumulasi dan menghasilkan toksisitas.
4. Air dan elektrolit
Pasien hemodialisis harus mengontrol asupan air dan harus membatasi asupan:
Natrium (1-2 gram / hari),
Potasium atau Kalium (kurang dari 2 gram / hari) dan
Fosfor (kurang dari 0,8 gram / hari).
Pasien wajib memiliki timbangan badan di rumah dan beratnya sendiri harus ditimbang setiap hari. Ketika pasien berkeringat banyak di musim panas, mereka bisa minum sedikit lebih air.
Pasien hemodialisis harus memperhatikan prinsip-prinsip pola makan diatas.
Ini adalah persyaratan pasien hemodialisis umum. Jika gizi buruk terjadi, pasien hemodialisis harus menerima terapi nutrisi lebih aktif.



Pedoman Diet untuk orang dewasa Mulai Hemodialisis

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcc6uKxOycSWcWJNJjhdc3hMgVq9HYp5qmg4UIj4_CsqjjPhtGkI1P1MPcBNFFdCTUFy-J2UbI6rvuN8D2b_3PQOdaXqNMSUlnkxvv_EHXpxoZLXcSAYyCf-CTB7X2Qyr3XSttwxiPvgE/s320/protein2.jpg
Gunakan brosur ini sebagai panduan sampai ahli diet Anda mempersiapkan rencana makan dikhusukan untuk Anda.

Anda harus:
* Makan makanan  lebih protein tinggi.
* Makan garam kurang tinggi, kalium tinggi, dan makanan fosfor tinggi air.
* Pelajari berapa banyak cairan yang aman dapat Anda minum (termasuk kopi, teh, dan).

Garam & Natrium
* Gunakan garam dan makan sedikit makanan kurang asin : ini mungkin membantu untuk mengontrol tekanan darah dan mengurangi keuntungan berat badan antara sesi dialisis rempah-rempah. Gunakan
* bumbu,, dan-garam rasa enhancer rendah di tempat garam.
* Hindari pengganti garam yang dibuat dengan kalium /

Orang di dialisis perlu makan lebih banyak protein, protein daging.
Protein dapat membantu mempertahankan kadar protein darah dan meningkatkan kesehatan. Makan makanan protein tinggi (daging, ikan, unggas, daging sapi segar, atau telur) pada setiap makan, atau sekitar 8-10 ons makanan protein tinggi sehari-hari.

3 ons = ukuran sebesar setumpuk dari kartu, medium cincang daging Sapi, a hamburger patty ¼ kilo, dada ayam ½, sebuah filet ikan media atau.

1 ons = 1 telur ¼ cangkir pengganti telur, ¼ cup tuna, ¼ cangkir ricotta keju, 1 iris lunchmeat natrium rendah:.

Catatan Meskipun kacang mentega, kacang, biji-bijian, kacang kering, kacang polong, dan lentil telah protein, makanan ini umumnya tidak direkomendasikan karena mereka tinggi di kedua kalium dan fosfor.


Butir / Sereal / Roti

Kecuali Anda harus membatasi asupan kalori dan untuk menurunkan berat badan Anda  atau mengelola asupan karbohidrat untuk kontrol gula darah, Anda dapat makan, seperti yang Anda inginkan dari grup  makanan ini. Biji-bijian, sereal, dan roti merupakan sumber yang baik dari kalori. Kebanyakan orang perlu
6 -11 porsi dari kelompok ini setiap hari disajikan.

Satu kali makan banyaknya setara dengan::

* roti 1slice (putih, rye, atau penghuni pertama)       * ½ cangkir memasak nasi putih
* ½ muffin Inggris                                                   * ½ cangkir dimasak sereal (seperti krim gandum)
* ½ bagel                                                               * 1 cangkir sereal dingin (seperti serpih jagung
                                                                                 atau beras renyah)

* ½ hamburger bun                                                * 4 kerupuk beras tawar
* ½ bun hot dog                                                     *10 vanili wafer             
* 1 6 - inci tortilla
* ½ cangkir dimasak pasta        

 Hindari "gandum" dan "serat tinggi" makanan (seperti roti gandum, sereal bekatul dan beras merah) untuk membantu Anda membatasi asupan fosfor. Dengan membatasi makanan berbasis susu Anda melindungi tulang dan pembuluh darah.

Susu / Yogurt / Keju  
Batasi asupan susu, yogurt, dan keju untuk ½ cangkir susu atau ½ cangkir yogurt atau keju 1-ons per hari. Kebanyakan susu makanan sangat tinggi fosfor.
Kadar fosfor adalah sama untuk semua jenis susu - skim, lemak rendah, dan seluruh! Jika Anda makan setiap-makanan fosfor tinggi, mengambil pengikat fosfat dengan makanan yang ".

Dairy makanan yang " rendah fosfor:
* Mentega dan margarin bak
* Full Cream
* Keju cream
* ricotta keju
* keju Brie
 * Non-susu whipped topping
* serbat

Jika Anda memiliki atau berisiko untuk penyakit jantung, beberapa makanan berlemak tinggi yang tercantum di atas mungkin tidak pilihan yang baik untuk Anda.

merek tertentu non-susu krim dan "susu" (seperti susu beras) yang rendah dalam fosfor dan kalium. Tanyakan ahli diet Anda untuk rincian
Buah /Juice 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCYF2J8cxtKSYeH-YjWZuV64plYLMPyP-TabcYI_h0N7RRA72x0zpsXacEFkQeU4YvaCqkuGcf7i4LBWBIEU_Drztx7GgoS3Hq1Q6ayw-r1DTNC_z3M6opyzXpYiRG0QtACrdzJeH6F1k/s320/BUAH.jpg
Semua buah memiliki beberapa kalium, tetapi buah-buahan tertentu memiliki lebih dari yang lain dan harus dibatasi atau dihindari sama sekali. Membatasi kalium melindungi jantung Anda.

Batasi atau Hindari :

  • Oranges and orange juice
  • Kiwis
  • Nectarines
  • Plum dan plum juice
  • kismis and buah2an dikeringkan
  • Pisang
  • Melons (cantaloupe and honeydew)

Selalu MENGHINDARI buah belimbing (carambola) !
Makanlah 2-3.porsi buah rendah kalium setiap hari.
Satu porsi = ½ cangkir atau 1 buah kecil atau 4 ons jus.

Buah Pilihan :


* Apple (1)
* Berries (½ cangkir)
* Ceri (10) Buah
* koktail, dikeringkan (½ cangkir)
* Anggur (15) Peach
* (1 kecil segar atau kaleng, ditiriskan)
* Pear, segar atau kalengan, dikeringkan (1 membagi dua)
* Nanas (½ cangkir kaleng, ditiriskan)
* Plum (1-2)
* Tangerine (1)
* Semangka (1 irisan kecil) Minuman:
* Apple cuka
* Cranberry juice cocktail
* anggur juice
* Limun

Minuman:

  • Apple cider
  • Cranberry juice cocktail
  • anggur juice
  • Lemonade

Sayur-sayuran/Salads

Semua sayuran mengandung kalium, tapi sayuran tertentu memiliki lebih dari yang lain dan harus dibatasi atau dihindari sama sekali. Membatasi asupan kalium melindungi jantung Anda  Makanlah 2 -3 porsi sayuran potasium rendah setiap hari. Satu porsi = ½-cup. 

Pilihan :

  • Broccoli
  • Cabbage
  • Carrots
  • Cauliflower
  • Celery
  • Cucumber
  • Eggplant
  • Garlic
  • Green and Wax beans (“string beans”)
  • Lettuce-all types (1 cup)
  • Onion
  • Peppers-all types and colors
  • Radishes
  • Watercress
  • Zucchini and Yellow squash

Batasi atau Hindari:

  • Kentang (juga French Fries, kripik kentang dan ketela)
  • Tomat and tomat sauce
  • Winter squash
  • Labu
  • Asparagus
  • Avocado
  • Bit
  • Bit hijau
  • bayam rebus
  • Lobak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar